Polandia, Tim Paling Tajam di Babak Kualifikasi Euro 2016

Polandia, Tim Paling Tajam di Babak Kualifikasi Euro 2016

Polandia, Tim Paling Tajam di Babak Kualifikasi Euro 2016

Polandia, Tim Paling Tajam di Babak Kualifikasi Euro 2016 – Walaupun hanya berada pada posisi kedua dalam pertandingan kualifikasi grup Euro tim Polanda dinyatakan sebagai tim yang paling menarik dan paling menghibur dibandingkan dengan pertandingan kualifikasi Euro lainnya. Danny Blanchflower menyatakan sebuah prinsip bahwa permainan bola adalah ajang mencari kejayaan. Permainan harus dilakukan dalam kombinasi gaya, teknik dan kemampuan mengalahkan lawan dengan cepat dan telak tanpa membiarkan mereka bosan menunggu ajal mereka. Polandia kali ini membuktikan bahwa mereka juga mampu bermain dengan gaya menyerang ketika memiliki kombinasi pemain yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa tim ini mampu melancarkan serangan yang begitu menarik sehingga menghebohkan stadion tempat mereka bertanding.

Polandia jelas bisa menjamin dalam menghasilkan gol. Dalam kualifikasi Euro tim ini menghasilkan 33 gol.  Rekor ini dibuat hanya dalam 10 pertandingan dan 15 gol dalam catatan tersebut dihasilkan pada saat menghancurkan tim lemah di grup D. Ditambah dengan kemampuan untuk mencatat rata-rata 2,25 gol ketika berhadapan dengan tim yang paling kompetitif. Empat posisi teratas di hasil sementara Euro diisi oleh tim yang tidak duga. Jerman tentu saja menjadi kandidat yang memiliki motif terkuat untuk menggali laga ini. Tiga tim lainnya adalah Polandia, Irlandia dan Skotlandia. Keempat tim ini juga hanya terpaut 7 poin sehingga jelas final nanti bukanlah kompetisi sembarangan.

Dalam konteks gol yang dihasilkan bisa dikatakan tim ini berhasil memberikan gol yang luar bisa. Kemenangan tim ini melawan Jerman menjadi catatan menyakitkan bagi Jerman karena tim ini berhasil mengakhiri catatan tak terkalahkan Jerman dalam perjalanan kompetisi Euro. Filosofi Nawalka dalam masalah bermain bola bukanlah pada masalah memiliki bola tapi apa yang dilakukan pada saat memiliki bola. Ini terkadang jauh lebih menentukan daripada possession. Ini adalah alasan yang membuat permainan Polandia sangat menarik. Bisa dibayangkan bahwa tim ini tidak hanya merebut bola untuk megoper pada temannya dan membuka pertahanan lawan tapi mereka mengambil bola untuk melakukan serangan tajam sehingga bisa dipastikan akan menghasilkan gol.

Juga jelas bahwa tim ini tidak hanya sekedar melakukan umpan namun memastikan serangan mereka efektif untuk mencetak skor. Rata-rata kepemilikan bola mereka lebih rendah daripada Yunani yaitu di bawah 50%. Jumlah tembakan ke gawang mereka juga lebih rendah daripada sebagian besar tim yang lolos ke dalam final namun kenyataannya tim ini mencetak lebih banyak gol dari tim seperti Jerman, Belgia, Inggris, Italia, Rusia, Austria, Spanyol, ataupun Swiss. Ini membuktikan ketajaman serangan mereka dan perkataan pelatihnya bukanlah omong kosong belaka. Robert Lewandowski adalah pemain yang mencetak gol terbanyak pada saat kualifikasi. Pemain ini memang memberikan penampilan luar biasa di Bayern Munich. Striker dengan kemampuan teknik dan akurasi yang tinggi.

Terbukti dengan catatan hasil tendangannya yang jika dibandingkan dengan Gareth Bale akan tampak perbedaan yang signifikan dalam masalah hasil. Karena Lewandowski hanya menghasilkan 13 gol jelas bahwa Polandia tidak hanya mengandalkan pemain ini. Arkadiusz Milik adalah contoh pemain yang juga berasal dari Polandia dan memegang rekor assist sementara. Enam diantara assist ini dieksekusi dengan sukses oleh Lewandowski. Milik adalah striker dari Ajax yang memberikan kontribusi 6 gol. Sevilla Grzegorz Krychowiak adalah contoh pemain Polandia yang tidak pernah menyentuh bangku cadangan selama kualifikasi. Bekerjasama dengan Torino Kamil Glik untuk menancapkan batas pertahanan bagi Polandia.

Polandia jelas bermain secara kolektif dan kerjasama tim yang baik telah memberikan hasil untuk mereka di babak kualifikasi. Lewandowski bukannya tidak memiliki masalah di dalam tim. Jakub Blaszczykowski adalah salah satu contoh pemain yang sempat berseteru dengan Lewandowski. Nawalka mengecualikan pemain ini dari tim karena cidera yang dialaminya. Namun setelah berhasil sembuh dia kembali dipanggil untuk memperkuat tim dan terbukti mampu berkolaborasi dengan baik dengan tim. Kemampuan tim Polandia jelas tidak lepas dari kemampuan pelatih untuk memanfaatkan potensi pemain dengan baik dan menempatkan menit bermain tim untuk mengoptimalkan hasil. Daya juang yang tinggi juga menjadi pelengkap penting dalam kemampuan mereka. Wajar bukan jika banyak yang mengatakan Polandia, Tim Paling Tajam di Babak Kualifikasi Euro 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *